Menurut manajer tim Syarifuddin Ardasa, harusnya menpora Imam Nahrawi serta BOPI bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan jika memang beberapa syarat yang diajukan mereka belum bisa dilengkapi klub peserta.
"Kalau dibilang ya kita kecewa. Karena tim sudah siap berkompetisi dan panitia laga kandang pun juga demikian," kata Syarifuddin.
"Kalau memang harus ada pembenahan, kemudian kekurangan terus diperbaiki kami tentu sepakat. Tapi tentu tidak dengan cara seperti ini," lanjutnya.
Penundaan ini dikatakan Syarifuddin sangat berperngaruh terhadap rencana yang sudah dirancang manajemen. Termasuk kontrak pemain. Takutnya, pemain ketidakjelasan soal kapan ISL bergulir akan berpengaruh kepada pemain.
"Misalkan kemungkinan terburuk terjadi, maka tentu klub pun akan melepaskan pemainnya. Nah kalau seperti itu tentu para pemain pula yang dirugikan," urai pria berkaca mata tersebut.
Klub berjuluk Laskar Antasari sendiri baru saja menggelar launching tim untuk kompetisi 2015 Jumat (20/2) kemarin, di Stadion 17 Mei. 22 pemain diperkenalkan bersamaan dengan kostum baru mereka.
ConversionConversion EmoticonEmoticon